296 views

Sampai 2020 Orang Muda Sehat Bisa Tak Dapat Vaksin COVID-19 Menurut Pejabat WHO

Kabar Smart – Menurut sejumlah pejabat tinggi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Rabu 14 oktober 2020 mengatakan bahwa kalangan muda yang sehat kemungkinan tidak mendapatkan vaksin Virus Corona COVID-19 hingga tahun 2020.

“Hal itu dilakukan karena vaksin kemungkinan akan diberikan terlebih dahulu kepada petugas kesehatan, pekerja garis depan, orangtua dan kelompok rentan lainnya” tutur Kepala Ilmuwan WHO,Dr. Soumya Swaminathan. Seperti yang dikutip dari CBNC, Kamis (15/10/2020).

Meski rincian siapa saja yang menjadi prioritas masih dirampungkan oleh WHO namun langkah tersebut tetap dilakukan.

Hingga kini diketahui bahwa masih belum ada satupun vaksin COVID-19 yang dianggap aman dan efektif oleh WHO, Amerika Serikat ataupun Uni Eropa.

“Orang cenderung berpikir bahwa pada tanggal 1 Januari atau 1 April, saya akan mendapatkan dan kemudian semuanya akan normal kembali. Tetapi tidak akan berhasil seperti itu” kata Dr.Swaminatha.

Ia menambahkan, bahwa dunia diharapkan pada tahun 2021 akan memiliki setidaknya satu vaksin yang efektif dan aman, tetapi akan tersedia dalam “jumlah yang terbatas”.

Kelompok penasihat strategis yang terdiri dari para ahli imunisasi atau SAGE baru-baru ini menerbitkan pedoman tentang cara mempertimbangkan penerima vaksin agar memprioritaskan kalangan masyarakat untuk negara-negara.

“Di seluruh dunia, ada lebih 10 vaksin COVID-19 saat ini yang sedang dalam uji klinis tahap akhir” kata Dr.Swaminathan.

Sementara itu, SAGE akan merilis panduan tentang bagaimana cara mendistribusikannya secara logistik dan populasi apa yang paling cocok untuk setiap vaksin.

Dr.Swaminathan menjelaskan bahwa “Anda perlu menentukan siapa diantara mereka memiliki resiko tertinggi dan kemudian orang tua dan kemudian seterusnya meski kebanyakan orang setuju bahwa ini dimulai petugas kesehatan dan petugas garis depan”.

“Tapi untuk mendapatkan vaksin saya pikir rata-rata orang-orang muda yang sehat mungkin harus menunggu hingga tahun 2022 disaat akan ada banyak panduan yang keluar” ujarnya. (HA)

Dikutip Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *